5+ Tips Berinvestasi Emas Logam Mulia 2021

Hallo selamat datang di Imam DevBlogs. Pada Artikel yang anda baca kali ini berjudul 5+ Tips Berinvestasi Emas Logam Mulia 2021, telah dipersiapkan dengan baik agar Anda dapat membaca dan menerima informasi yang terdapat pada artikel ini. mudah-mudahan konten Artikel Keuangan, yang kami tulis ini dapat Anda pahami. Oke, selamat membaca.
5+ Tips Berinvestasi Emas Logam Mulia 2021
Gambar oleh: imamdeveloper.my.id


Salah satu faktor naik turunnya harga emas adalah kondisi global apakah dalam ketidakpastian atau sebaliknya. Emas menjadi salah satu instrumen investasi paling banyak digemari masyarakat sebagai investor.

Alasannya karena emas dianggap aman atau meaningless, bahkan bagi orang awam yang baru mulai berinvestasi. Investasi emas khususnya yang berupa emas batangan atau kerap disebut logam mulia.

Anda juga ingin berinvestasi logam mulia tapi masih bingung dengan kenaikan dan penurunan harganya? Ada baiknya simak tips berikut agar bisa meraih keuntungan dari investasi logam mulia.

Bagaimana Keuntungan dari Investasi Logam Mulia? Kenali 5 Penyebab Harga Emas Naik Turun

ada lima faktor yang membuat harga emas bisa naik turun, yaitu:

1. Ketidakpastiaan Kondisi Global

Faktor pertama penyebab naik turunnya harga emas adalah berbagai situasi yang terjadi seperti politik, ekonomi, krisis, resesi, atau perang. Mengapa begitu? Sebab dalam kondisi ekonomi dan politik yang kacau balau, emas seringkali dianggap sebagai penyelamat.

Tak ayal, saat terjadi krisis atau perang, biasanya harga emas akan melonjak naik. Sebagai contoh, ketegangan antara Amerika dan China beberapa waktu lalu, sempat mendorong kenaikan harga emas di pasar dunia.

Contoh lainnya, harga emas di pasar dunia pada awal pekan ini karena adanya kekhawatiran atas kebangkrutan perusahaan properti China, Evergrande terus mendorong pembelian ke aset protection, salah satunya emas.

Selain itu, saat bersamaan, kenaikan emas juga terjadi menjelang pertemuan Federal Reserve System yang dapat memberikan petunjuk tentang jadwal bank sentral untuk memotong stimulusnya terhadap ekonomi AS.

Kala peminatnya naik di mana para investor memburu emas karena dianggap salah satu protection, tak ayal harga emas naik. Sebaliknya, kala situasi mulai adem, maka aset protection seperti emas akan kekurangan peminat. Risk appetite investor datang lagi dan perburuan terhadap aset-aset berisiko pun dimulai. Harga emas bisa jadi akan turun nantinya.

Pada sebuah kesempatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengakui bahwa emas kerap menjadi pilihan investor di kala ketidakpastian ekonomi global saat ini. Setidaknya ada tiga alasan emas baru dipilih manakala ekonomi sedang tidak menentu atau terdapat gejolak geopolitik.Pertama, nilai emas tetap terjaga meski terjadi inflasi atau deflasi.

Kedua, nilai emas tetap terjaga meski terjadi krisis ekonomi atau perang. Ketiga, permintaan akan emas tidak berkurang seiring dengan ketersediaan emas yang terbatas. Makanya tak perlu heran kalau pamor emas umumnya melejit ketika sedang krisis.

2. Penawaran dan Permintaan Emas

Hukum penawaran dan permintaan juga berlaku pada emas. Kala lebih besar permintaan emas ketimbang penawarannya maka akan membuat logam mulia yang digemari ibu-ibu rumah tangga ini bakal naik. Sebaliknya, harganya akan turun apabila penawaran lebih besar daripada permintaannya.

Di sisi lain ketersediaan emas di dunia saat ini cukup terbatas.

3. Kebijakan Moneter

Harga emas juga sangat tergantung dari kebijakan moneter yang diambil Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Saat The Fed menurunkan suku bunga, emas berpotensi naik harganya. Saat seperti itu, dolar menjadi tidak menarik sebagai pilihan investasi dan orang-orang cenderung menempatkan uangnya dalam bentuk emas. Begitu juga sebaliknya.

4. Inflasi

Inflasi adalah salah satu faktor utama yang membuat harga-harga barang semakin naik, hal ini juga berdampak pada harga emas. Semakin tinggi tingkat inflasi maka semakin mahal pula harga emas.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat yang enggan menyimpan aset mereka dalam bentuk uang yang mudah kehilangan nilainya dan lebih memilih berinvestasi emas yang harganya cenderung stabil dan lebih aman ketika inflasi. Faktor semakin diminati inilah, maka harga emas akan meningkat pula.

5. Nilai tukar Dolar Amerika Serikat

Harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional yang dikonversi dari dolar Amerika Serikat (AS) ke dalam mata uang rupiah. Harga emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Maka, jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah akan langsung diikuti harga emas lokal menguat atau tinggi. Sebaliknya, bila nilai tukar rupiah menguat, maka harga emas lokal cenderung turun.


Demikianlah Artikel 5+ Tips Berinvestasi Emas Logam Mulia 2021

Sekian artikel 5+ Tips Berinvestasi Emas Logam Mulia 2021 kali ini, semoga bermanfaat untuk semuanya. Oke, sampai jumpa di artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel 5+ Tips Berinvestasi Emas Logam Mulia 2021 dengan alamat link https://www.imamdeveloper.my.id/2021/09/tips-berinvestasi-emas-logam-mulia.html
Next Post Previous Post
TIDAK ADA KOMENTAR
POSTING KOMENTAR
comment url
close
Subscribe