Cara Mengelola Keuangan

Hallo selamat datang di Imam DevBlogs. Pada Artikel yang anda baca kali ini berjudul Cara Mengelola Keuangan, telah dipersiapkan dengan baik agar Anda dapat membaca dan menerima informasi yang terdapat pada artikel ini. mudah-mudahan konten Artikel Keuangan, Artikel Tutorial, Artikel Wirausaha, yang kami tulis ini dapat Anda pahami. Oke, selamat membaca.
Cara Mengelola Keuangan
Ilustrasi

MENGELOLA KEUANGAN

UANG
Tiga fungsi utama :
·         Alat penukar (Medium of Exchange),
·         Penyimpan kekayaan (Store of Value),
·         Kesatuan hitung (Unit of Account).
·         Penawaran uang tinggi, nilai uang akan jatuh.
·         Penawaran uang rendah, nilai uang akan meningkat
MEMAHAMI LEMBAGA KEUANGAN
·         Lembaga Keuangan 
·         Lembaga Keuangan Bank,
·         Lembaga Keuangan Non Bank.
·         Lembaga Keuangan Bank
·         Bank Umum (devisa dan non devisa),
·         Bank Umum terdiri dari: Bank Swasta (BCA, BII, Danamon, CIMB Niaga, dll), Bank Umum Milik Pemerintah (Bank BUMN; BNI, Mandiri, BRI, BTN), Bank Milik Pemda (Bank DKI, Bank Jabar, Bank Sulut, dll). Bank Asing (Citibank NA, Bank of Tokto, HSBC Bank, dll).
·         Lembaga Keuangan Non Bank
·         Dana Pensiun (D.P BNI, D.P Telkom, dll).
    Pegadaian (Perum Pegadaian).
    Asuransi ( Asuransi AIA, Jasindo, Bumiputra, dll)
    Lembaga Pembiayaan (Astra Finance, BNI Finance, dll)
    Perusahaan Sekuritas (Astra Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, dll).
ELECTRONIC BANKING
·         Anjungan Tunai Mandiri (automated teller machines), adalah mesin elektronik yang dapat membantu nasabah mengambil uang, mentransfer dana antar rekening, dan menginformasi status rekening selama 24 jam sehari.
·         Transfer dana elektronik (electronic funds transfer), adalah sistem yang mengkomunikasikan transfer dana melalui gelombang elektris melalui kabel atau microwave. Contohnya, proses autodebet biaya kuliah Mahasiswa UNIKOM ke rekening UNIKOM, sistem pembayaran gaji autodebet UNIKOM, transfer dana antar Bank.
MODAL USAHA
MODAL (capital) adalah segala bentuk kekayaan yang digunakan untuk menghasilkan kekayaan yang lebih besar lagi.
Modal Tetap (fixed capital) atau modal investasi awal adalah modal yang diperlukan untuk mengadakan aset tetap atau permanen diawal usaha. Contohnya, ruang usaha, bangunan, tanah, alat-alat kantor, dan kebutuhan primer.
Modal Kerja (working capital) adalah modal yang dibutuhkan untuk pembelian atau pembuatan suatu produk atau jasa. Modal kerja biasanya dipakai untuk membeli bahan baku untuk memenuhi permintaan konsumen. Contohnya, jika usaha kita menjual Roti, maka modal kerja dibutuhkan untuk membeli tepung, mentega, telur, minyak goreng, gula, pengharum makanan.
Modal Operasional (operational capital) adalah modal rutin yang harus dikeluarkan setiap bulan untuk mendanai usaha kita. Contohnya, upah atau gaji pegawai, biaya listrik, air, telepon 
Sumber Modal Usaha
Ø  Tabungan Pribadi
·         Sumber modal utama; giro, tabungan, deposito, harta lainnya (emas, wesel, travellers cheque, dll) .
Ø  Teman atau keluarga
·         Karena kedekatan hubungan, biasanya persyratan tdk rumit & tdk memberatkan.
Ø  Bank
·         Melalui pinjaman atau kredit bank; kredit modal kerja, kredit investasi, & kredit konsumsi.
Ø  Lembaga Keuangan Non Bank
·         Perusahaan Finance, Pegadaian, Modal Ventura, Koperasi, dll.

AKUNTANSI
Sistem komprehensif untuk : mengumpulkan, menganalisis, dan menyampaikan informasi keuangan.
Akuntansi mencatat transaksi :
·         Pajak yang dibayar,
·         Penghasilan yang diterima,
·         Pengeluaran yang terjadi

KONSEP DASAR AKUNTANSI
Ø  Persamaan Akuntansi :
    Aset = Utang + Modal sendiri
Ø  Pembukuan Dua Sisi (Double-Entry Bookkeeping) adalah cara transaksi perekaman keuangan yang memerlukan dua masukan (dua account) untuk mencatat pengaruh ganda pada setiap transaksi sehingga persamaan akuntansinya selalu dalam keseimbangan.
Ø  Prinsip Pencocokan (Matching Principle) menyatakan bahwa pengeluaran akan dicocokkan dengan pendapatan untuk menentukan laba bersih dalam satu periode akuntansi

PERSAMAAN AKUNTANSI
Ø  Aset (Assets) atau Harta atau Aktiva adalah setiap sumber daya ekonomi yang diharapkan bermanfaat bagi perusahaan atau pemiliknya. Aset berupa materi berharga yang dimiliki atau disewa, seperti peralatan, uang tunai, tanah, bangunan, persediaan, investasi-investasi, hak paten, dan hak cipta
Ø  Utang atau Kewajiban (Liabilities) atau Pasiva adalah utang perusahaan atau pemilik kepada kreditur nya, seperti bank-bank dan para penyalur
Ø  Modal Pemilik (Owners’ equity) adalah jumlah uang yang akan diterima apabila seluruh aset dijual dan dikurangi utang atau kewajiban kita
NERACA
Neraca (balance sheet) adalah laporan keuangan yang merinci aktiva, pasiva, dan modal sendiri dari sebuah perusahaan. Neraca kadangkala disebut sebagai laporan posisi keuangan.
Aktiva adalah setiap sumber daya ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan untuk memperoleh keuntungan dikemudian hari. Sebagian besar perusahaan memiliki tiga jenis aktiva : aktiva lancar, aktiva tetap, dan aktiva tak berwujud.
Aktiva Lancar (current assets) adalah aset termasuk uang kas yang dapat atau akan diubah menjadi uang dalam waktu beberapa tahun mendatang. Biasanya terdaftar dalam likuiditas (liquidity), tingkat kemudahan suatu aset untuk diubah menjadi uang tunai. Uang kas adalah aktiva yang paling liquid sedangkan surat-surat berharga (marketable securities), yaitu saham yang dibeli sebagai investasi jangka pendek, merupakan aktiva yang sedikit kurang liquid tetapi dapat dijual secara cepat apabila dibutuhkan (sekuritas berupa saham atau obligasi dari perusahaan-perusahaan, sekuritas pemerintah, dan sertifikat pasar uang).
Aset non liquid, meliputi :
Piutang dagang (accounts receivables), adalah jumlah yang harus dibayar oleh pelanggan yang telah membeli barangbarang secara kredit (biasanya 30 hari sejak penjualan).
Persediaan barang dagangan (merchandise inventory), adalah biaya barang-barang yang diperoleh untuk dijual kepada pelanggan dan yang masih tetap berada ditangan.
Belanja bayar dimuka (prepaid expense), mencakup seluruh pasokan ditangan dan sewa yang dibayar untuk periode mendatang.
Aktiva Tetap (fixed assets) adalah aset dengan penggunaan atau nilai jangka panjang, seperti tanah, gedung, dan peralatan. Aktiva tetap ini dapat berkurang nilainya seiring dengan usia, dimana terjadi penyusutan (depreciation).
Aktiva Tak Berwujud (intangible assets) adalah aset non fisik seperti hak paten atau merek dagang, hak cipta, dan fee laba, yang memiliki nilai ekonomis dalam bentuk manfaat yang diharapkan.
Pasiva (liabilities) adalah klaim kreditor terhadap aset perusahaan. Pasiva lancar (current liabilities) adalah utang-utang yang harus dibayarkan dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan. Tercakup didalamnya yakni utang dagang (account payable) berupa tagihan-tagihan pasokan yang belum dibayar kepada pemasok seperti gaji dan pajak yang harus dibayarkan pada tahun mendatang. Utang jangka panjang (long-term liabilities) adalah utang-utang yang belum jatuh tempo selama lebih dari satu tahun (pinjaman ditambah bunganya).
Modal Sendiri (owner’s equity) yaitu nilai investasi pemilik dalam perusahaan. Ini merupakan faktor penyeimbang dalam neraca, dimana modal sendiri terbagi dalam saham biasa, modal disetor, dan sisa laba. Modal disetor (paid-in capital) adalah tambahan uang yang diinvestasikan dalam perusahaan oleh para pemiliknya. Sisa laba (retained earnings) adalah laba bersih dikurangi pembayaran dividen kepada para pemegang saham.
LAPORAN LABA RUGI
Laporan laba rugi (income statement atau profit and loss statement) yaitu membandingkan pengeluaran terhadap pendapatan untuk menunjukkan laba bersih (atau rugi bersih) suatu perusahaan.
 Laba (atau Rugi) = Pendapatan – Pengeluaran
Laporan laba- rugi menggambarkan profitabilitas perusahaan sepanjang waktu. Laporan laba- rugi tahunan melaporkan hasil akhir (bottom line) dari kegiatan perusahaan itu selama setahun. Laporan laba- rugi terdiri dari tiga kategori utama : pendapatan, harga pokok penjualan, dan biaya usaha.
Pendapatan (revenues) adalah dana yang dialirkan kepada bisnis dari penjulan barang atau jasa.
Harga Pokok Penjualan (cost of goods sold) adalah jumlah biaya termasuk ongkos kirim dari barang dagangan yang dijual selama periode tertentu. Pedagang grosir, pengecer dan pemanufaktur menghitung harga pokok penjualan dengan cara menambahkan pembelian terhadap persediaan awal dan menguranginya dengan persediaan akhir. Perusahaan jasa, umumnya tidak memiliki harga pokok penjualan karena tidak memiliki persediaan.

Laba Bruto (atau Margin Kotor) adalah pendapatan dari barang-barang yang dijual dikurangi harga pokok penjualan. Laba bruto dibagi  dengan penjualan bersih  disebut Margin Laba Bruto (gross profit margin), hal yang harus diperhatikan oleh pemilik bisnis kecil. Jika margin laba bruto terlalu rendah, perusahaan tersebut kemungkinan besar akan merugi (pendapatan bersih negatif). Untuk itu harga harus dinaikkan, memangkas biaya produksi atau pembelian, menolak pesanan dengan margin laba yang rendah, atau menambah produk baru dengan margin laba yang lebih menarik.
Biaya Operasional (operating expenses)  adalah biaya-biaya yang berkaitan langsung dengan produksi dan distribusi barang. Biaya ini harus dikeluarkan agar perusahaan dapat memperoleh pendapatan. Biaya perniagaan (selling expenses) berasal dari kegiatan yang berkaitan dengan penjualan barang atau jasa perusahaan seperti gaji untuk tenaga penjual, biaya pengantaran, dan biaya iklan. Biaya administrasi dan umum (general and administrative expenses), terkait dengan biaya-biaya manajemen perusahaan secara umum, seperti gaji manajemen, biaya asuransi, dan biaya pemeliharaan.
Pendapatan Usaha dan Laba Bersihnya (operating income)  yakni membandingkan laba bruto dari operasi bisnis terhadap biaya beban operasi. Mengurangi pajak penghasilan dari pendapatan usaha merupakan laba bersih (net income).       

Analisis Rasio
Rasio Keuntungan (Profitability Ratio) adalah rasio keuangan untuk mengukur pendapatan potensial perusahaan. Rasio ini menjelaskan seberapa berhasilkah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya melalui informasi tentang laba yang diperoleh..
Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) menunjukkan apakah perusahaan kecil mampu untuk menutup kewajiban jangka pendeknya (utang-utangnya) atau tidak ketika jatuh tempo. Rasio-rasio ini dapat memberikan peringatan kepada pemilik perusahaan tentang masalah arus kas yang akan muncul.
Rasio Aktivitas (Activity Ratio) menunjukkan efektifitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya yang ada. Semakin efektif penggunaan sumber dayanya, akan semakin sedikit modal perusahaan yang diperlukan.
Rasio Utang (Leverage Ratio) mengukur pendanaan yang diberikan pemilik perusahaan terhadap utang dari kreditor, dimana rasio ini merupakan ukuran dari besarnya utang perusahaan.

TITIK IMPAS USAHA
Titik Impas (Break-even point) adalah titik yang menunjukkan kondisi dimana tidak terjadi keuntungan maupun kerugian atas suatu usaha. Berdasarkan titik ini dapat ditentukan jumlah penjualan minimum untuk memperoleh keuntungan. Para kreditor dan investor biasanya akan menanyakan titik impas usaha guna menilai potensi pendapatan di perusahaan tersebut.
Untuk menghitung titik impas usaha kita harus menentukan biaya tetap dan biaya variabel.
Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang tidak berubah walau ada perubahan dalam penjualan atau produksi, misalnya : sewa, beban depresiasi, pembayaran bunga.
Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang dapat berubah sesuai perubahan volume penjualan atau produksi, misalnya : biaya bahan baku, komisi penjualan.
MENGHITUNG TITIK IMPAS
Tentukan biaya penjualan, HPP, & total biaya. Misalkan:
            Toko Sentral Komputer;  penjualan = Rp. 15.000.000; HPP = Rp. 4.000.000;
             & Total biaya = Rp. 1.000.000,-
Tentukan biaya tetap & biaya variabelnya
            Biaya tetap = Rp. 500.000; biaya variable (termasuk HPP)  = Rp. 5.000.000,-
Hitung rasio biaya variable terhadap penjualan bersih.
            Persentasenya = Rp. 5.000.000 : Rp. 15.000.000 = 33.3%.
            Berarti 33.3 % dari setiap penjualan untuk menutup biaya variabel, & 66.7% sebagai margin kontribusi untuk menutup biaya tetap & untuk memperoleh laba.
Hitung titik impas
                                                                                            Total biaya tetap
            Titik Impas Penjualan =    -------------------------------------------------------------------  
                                                 Margin kontribusi dalam persentase penjualan
           
            Titik impas penjualan =  Rp. 500.000 : 0.667 = Rp. 749.625
            Berarti Toko Sentral Komputer akan mencapai impas pada penjualan senilai Rp. 749.625,-
            Pada harga ini, pendapatan penjualan yang dihasilkan akan mampu untuk sekedar menutup jumlah biaya tetap dan variabel.  Toko tersebut masih belum akan memperoleh keuntungan maupun menderita kerugian.
            Pengecekan :
                        Penjualan pada titik impas                         Rp. 749.625
                        - Biaya variabel (33.3% dari penjualan)   -      Rp. 249.625

              Margin kontribusi                              Rp. 500.000
                        - Biaya tetap                            Rp. 500.000

              Laba bersih atau rugi bersih                        Rp. 0
Cara Memperoleh Keuntungan
Gunakan rumus :
                       Total biaya tetap + Laba bersih yang diharapkan
Penjualan =   ---------------------------------------------------------------------
                       Margin kontribusi dalam prosentase penjualan
                      Rp. 500.000 + Rp. 5.000.000 (misalkan)
Penjualan =   ----------------------------------------------------- = Rp. 8.245.877
                                        0.667
     Untuk memperoleh keuntungan bersih Rp. 5.000.000 (sebelum pajak), Toko tsb harus menghasilkan penjualan Rp. 8.245.877

Demikianlah Artikel Cara Mengelola Keuangan

Sekian artikel Cara Mengelola Keuangan kali ini, semoga bermanfaat untuk semuanya. Oke, sampai jumpa di artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Cara Mengelola Keuangan dengan alamat link https://www.imamdeveloper.my.id/2020/08/cara-mengelola-keuangan-dalam-bisnis.html
Next Post Previous Post
TIDAK ADA KOMENTAR
POSTING KOMENTAR
comment url
close
Subscribe